Kamis, 16 April 2015

Menyukaimu dalam Diam-diam

terkadang melihat mu saja sepintas, semangat itu kembali bangkit. aku dan dirimu berbeda 1 tahun jarak umur...
mungkin aku tak pantas untukmu..
tetapi setelah aku membaca buku "kamu itu subhanallah" ada  sepenggal kalimat  seperti ini " jangan takut, takdir itu ajaib. cinta diam-diamu benar-benar akan membuat semesta alam bekerja sama dengan mu. tak peduli kau "pantas" atau tidak bersanding dengannya...
aku pun mulai bangkit kembali dengan semangatnya membaca sepenggal kalimat ini, aku bersemangat mendoakan mu dalam setiap akhir shalat ku,setelah mendoakan kedua orang tua ku.
rasa berat, dan malu kepada allah menyebut-nyebut namamu di dalam doa ku...
aku bercerita dengan sahabat perempuan ku, beliau mengatakan " tulang rusukmu takan pernah tertukar, takdir mu berjodoh dengannya, walaupun ia sedang menuntut ilmu keujung dunia pun, pasti allah menemukan mu diakhir cerita indah nanti..
lelaki itu dimataku mampu menggantikan nama yang telah menetap dihati ini selama 5 tahun..
lelaki itu datang, secara tiba-tiba dan mampu menggalahkan dia...
karena aku menyukainya karena allah..
izinkan aku untuk singah dihatimu, disuatu saat nanti jika allah menjodohkan kita nanti..
ajarkan aku agama allah swt, menuntu ilmu di jalan allah, ajarkan aku, baca al-qur'an...
antarkan aku ke rumah allah, ada ibuku disana, menungguku untuk bertemu dengan anak bontotnya...
sungguh aku menyukaimu dalam diam ku.

Selasa, 03 Februari 2015

nama mu masih tertanam manis di hati ini part 1

tertulis dihati, akan tetap menjadi tulisan di hati, bahwasanya nama mu pernah ada di hati ini. ini bukan sementara tetapi lebih kurang ada 5 tahun lamanya di hati ini. tetap saja nama mu masih tertulis manis di hati ini. aku berdosa telah menduakan nama tuhan ku, setelah kamu. benar-benar aku telah berdosa, bukanyaa menggangumkan nama tuhan ku, tetapi malah tertanam manis nama mu di hati ini. aku memang teramat berdosa..
jujur, aku tak tau bagaimana menghilangkan nama mu itu, kedalam hati ini..
permanent sekali nama itu di hati ini...
adakah ada cairan yang dapat menghilangkan nama mu itu di hati ini..

teringgat hujan bersamamu..

hujan yang menemani ku dalam kesendirian..
teringat masa-masa itu, berlari bersama mu, seperti acara telenovela era 2000an...
wanita paruh bayah memegang erat tangan ku, seakan beliau tak mau aku pergi dari dirinya...
genggaman tangan itu masih aku rasakan disaat hujan benar-benar deras diluar sana..
tetiba petir tedengar dengan dentuman yang sangat membuat aku ketakutan. disaat itu pula beliau memeluk dengan sangat hangatnya..
udara yang begitu dinginya pada saat itu, ditutupi hangatnya pelukan mu, disaat kita berdua berteduh di warung kopi..
bunda, terimakasih telah menemani ku selama 14 tahun masa-masa ada rasa cinta seorang ibu kepada anak terakhirnya, ciuman di pipi setiap aku beranjak dari rumah untuk menuntut ilmu, masih kurasakan sampai saat ini.
ada rasa iri tersendiri ketika kawan-kawan kuliah di telfon oleh ibunya, menanykan kabar anaknya, merantau di kota orang untuk menuntut ilmu..
akan ku jaga amanah-amanah mu selama dirimu masih bersama ku..
aku tetap jadi yang terkhir, dalam keluarga ku.
salam hangat untuk bunda tercinta..
20-09-2009 20-09-2014.

Ayah..

ada yang menunggu ku di ujung sana..
selalu menanyakan kabar ku setiap jam, menggalahkan provaider maupun pacar...
dering telepon dengan kontak nama yang kutulis " MY FATHER"
assallamualaikum ade, anak ayah..
"Lagi apa nak, ayah ganggu adek belajar, sudah makan, ayah di depan peristirahatan mamah nih, mau titip salam enggak, hari ini kan hari ibu"..
tak henti-hentinya lelaki senja ini, berbicara lewat telepon seluler pada siang itu..
dan aku menjawabnya dengan menahan air mata, yang tak sanggup lagi ingin aku jatuhkan,..
"ade lagi di rumah yah, enggak ko ayah engak menggangu, ade sudah makan grin emotikon,iya tau, bilang sama mamah ade kangen berat, terus bilang kemarin ade juara 2 LKTI tingkat kampus yah, terus bilangin juga sama mama bisikan kepada allah, terimakasih atas hadiahnya yang bertubi-tubi, aku bahagia yah, 2 lomba dalam 1 bulan aku lulus yah, bilang sama mamah terimakasih telah menggajari ku arti sebuah keikhlasan dan menggenalkan ku kepada tuhan ku ini, katakan padanya aku rindu tingkat dewa yah"..
yuup suara itu, suara ayah sang lelaki jantan yang pertama kali aku kenal setelah uda ku..
beliau yang menunggu ku di ujung sana sampai aku bergelar sarjana..


sepenggal cerita ketika sedang membantu uda di tokonya :)

rintihan air membasahi bumi..
seakan-akan air itu, menghapus perjalanan cerita ini..
kembali mentari menapakan cahayanya, setlah rintihan hujan selesai membasahi bumi..
A: "sala-sala, salanya ayuu, ibu, bapak" teriak adik kecil memakai kaus bola ronaldo..
mata ku lalu tertuju kepada suara yang lirihh memanggil-manggil ku untuk membelinya..
adik kecil itu, menghampiri ku sembaring membawa toples putih plastik yang berisikan sala lauk, yang ia tawarkanl kepada orang-orang yang berkunjung di pasar kota jambi..
A: "salalauknya kak, 1000 rupiah satunya, beli lah kak salalauk buatan ibu ku, dari tadi aku keliling-keliling tak ada yang memebeli." kata adik itu sembaringg memegang perutnya yang dari tadii aku lihat dari kejauhaan..
B: "boleh-boleh kakak beli 5 ya" maklum klo saya melihat makanan, mata saya langsung tertuju apalagi klo makanan kesukaan, hehehhe grin emotikon
A: "baik kak," dengan wajah yang sumeringgah nanpucat, mungkin sambil menahan sakit perutnya itu sembaring meletakkan salaklauk kedalang kantong plastik..
B : "dek enggak sekolah" tanyaku sambil melihat wajahnya yang begitu letih, berjalan menawarkan jualannya..
A: sudah 2 minggu ini aku tidak sekolah kak, ayah ku dirumah sakit, kemari ayah jatuh dari banggunan tempat ayah kerja, kakinya patah, ayah demam tinggi"
B: ibukmu dimana dek?
A: ibuk ku menjaga ayah dirumah, sala ini buatan ibu, ibuku tak sempurna seperti ibu-ibu yang lain, ibu punya 2 tangan, tapi ibu tidak mempunyai 2kaki..
B: kakak ada kan dek?
A: kakak ku pergi meningalkan aku, ayah dan ibu semnjak 2 tahun yang lalu, aku tak tau keberadaan kakak ku sekarang.
B: wajah mu terlihat pucat dek, dari tadi kakak melihat, kamu memegang perut.
A: aku belum makan dari pagi kak, beras dirumah tidak ada, makanya ibu menuyuruh ku menjual salalauk ini, modal dagangan ini, seharusnya untuk menggobati ayah, tapi apa boleh bwt ibu membuatkan sala ini, lalu untuk dijual...
B: yukk ikut kakak, kita kesana, (menunjuk ke tempat makan di pasar) ade boleh pesan apa yang adek suka. sambil menggulus-ngelus kepala adik kecil.

adik ini menggingkatkan ku, betapa perjuangan hidup itu begitu sullit untuk ditapaki, sedari kecil ia merasakan bagaimana rasanya MANIS, PAHIT, ASAMNYA KEHIDUPAN..
aku beruntung masih bisa kuliah hingga detik ini, tetapi untuk selanjutnya, untuk kedepanya...
rezeki setiap orang berbeda-beda..
hidup seperti bola, kadang diatas, kadang dibawah..
dan aku snagat berterimakasih beribu-ribu terimakasih terhadap sang LELAKI JANTAN di kehidupan ku, AYAH, PRINCESS nan imut, MAMAH di SISI ALLAH, lalu UDA & UNI KU yang tak pernah henti-hentinya memberi PENCERAHAN via telepon seluler..
menggajariku bagaimana rasanya MANIS PAHIT ASAMNYA KEHIDUPAN, di setiap liburan kuliah tiba....
sampai aku langsung terjun kelapanggan mencari rezeki yang halal sesuai perintah ALLAH SWT..

Sabtu, 19 April 2014

Tugas oh tugas

minggu, 20/04/2014 awal dimana aku punya blogg ini. memang agak sedikit alay untuk mempublikasikannya, dihari ini dimana aku dan kawan-kawanku seperti Andriana Tanjung, della ulfa amaris, melli safitri, mella oktaviani, safitriani ulfa, citra rahayu,  dan silvi roka putri. berkumpul di lobby fip unp, sambil wifian geratis hehhehehh :D. menyelesaikan tugas kuliah dengan mata kuliah kurikulum anak usia dini. yup, kami dari jurusan Pendidikan Anak usia Dini, dengan berbagai ras, suku, dan sifat yang berbeda-beda pula. sudah dulu untuk cerita pertamaku di blogg aku ini... samapai jumpa dengan cerita selanjutnya..