Selasa, 03 Februari 2015

sepenggal cerita ketika sedang membantu uda di tokonya :)

rintihan air membasahi bumi..
seakan-akan air itu, menghapus perjalanan cerita ini..
kembali mentari menapakan cahayanya, setlah rintihan hujan selesai membasahi bumi..
A: "sala-sala, salanya ayuu, ibu, bapak" teriak adik kecil memakai kaus bola ronaldo..
mata ku lalu tertuju kepada suara yang lirihh memanggil-manggil ku untuk membelinya..
adik kecil itu, menghampiri ku sembaring membawa toples putih plastik yang berisikan sala lauk, yang ia tawarkanl kepada orang-orang yang berkunjung di pasar kota jambi..
A: "salalauknya kak, 1000 rupiah satunya, beli lah kak salalauk buatan ibu ku, dari tadi aku keliling-keliling tak ada yang memebeli." kata adik itu sembaringg memegang perutnya yang dari tadii aku lihat dari kejauhaan..
B: "boleh-boleh kakak beli 5 ya" maklum klo saya melihat makanan, mata saya langsung tertuju apalagi klo makanan kesukaan, hehehhe grin emotikon
A: "baik kak," dengan wajah yang sumeringgah nanpucat, mungkin sambil menahan sakit perutnya itu sembaring meletakkan salaklauk kedalang kantong plastik..
B : "dek enggak sekolah" tanyaku sambil melihat wajahnya yang begitu letih, berjalan menawarkan jualannya..
A: sudah 2 minggu ini aku tidak sekolah kak, ayah ku dirumah sakit, kemari ayah jatuh dari banggunan tempat ayah kerja, kakinya patah, ayah demam tinggi"
B: ibukmu dimana dek?
A: ibuk ku menjaga ayah dirumah, sala ini buatan ibu, ibuku tak sempurna seperti ibu-ibu yang lain, ibu punya 2 tangan, tapi ibu tidak mempunyai 2kaki..
B: kakak ada kan dek?
A: kakak ku pergi meningalkan aku, ayah dan ibu semnjak 2 tahun yang lalu, aku tak tau keberadaan kakak ku sekarang.
B: wajah mu terlihat pucat dek, dari tadi kakak melihat, kamu memegang perut.
A: aku belum makan dari pagi kak, beras dirumah tidak ada, makanya ibu menuyuruh ku menjual salalauk ini, modal dagangan ini, seharusnya untuk menggobati ayah, tapi apa boleh bwt ibu membuatkan sala ini, lalu untuk dijual...
B: yukk ikut kakak, kita kesana, (menunjuk ke tempat makan di pasar) ade boleh pesan apa yang adek suka. sambil menggulus-ngelus kepala adik kecil.

adik ini menggingkatkan ku, betapa perjuangan hidup itu begitu sullit untuk ditapaki, sedari kecil ia merasakan bagaimana rasanya MANIS, PAHIT, ASAMNYA KEHIDUPAN..
aku beruntung masih bisa kuliah hingga detik ini, tetapi untuk selanjutnya, untuk kedepanya...
rezeki setiap orang berbeda-beda..
hidup seperti bola, kadang diatas, kadang dibawah..
dan aku snagat berterimakasih beribu-ribu terimakasih terhadap sang LELAKI JANTAN di kehidupan ku, AYAH, PRINCESS nan imut, MAMAH di SISI ALLAH, lalu UDA & UNI KU yang tak pernah henti-hentinya memberi PENCERAHAN via telepon seluler..
menggajariku bagaimana rasanya MANIS PAHIT ASAMNYA KEHIDUPAN, di setiap liburan kuliah tiba....
sampai aku langsung terjun kelapanggan mencari rezeki yang halal sesuai perintah ALLAH SWT..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar