ada yang menunggu ku di ujung sana..
selalu menanyakan kabar ku setiap jam, menggalahkan provaider maupun pacar...
dering telepon dengan kontak nama yang kutulis " MY FATHER"
assallamualaikum ade, anak ayah..
"Lagi apa nak, ayah ganggu adek belajar, sudah makan, ayah di depan peristirahatan mamah nih, mau titip salam enggak, hari ini kan hari ibu"..
tak henti-hentinya lelaki senja ini, berbicara lewat telepon seluler pada siang itu..
dan aku menjawabnya dengan menahan air mata, yang tak sanggup lagi ingin aku jatuhkan,..
"ade lagi di rumah yah, enggak ko ayah engak menggangu, ade sudah makan grin emotikon,iya tau, bilang sama mamah ade kangen berat, terus bilang kemarin ade juara 2 LKTI tingkat kampus yah, terus bilangin juga sama mama bisikan kepada allah, terimakasih atas hadiahnya yang bertubi-tubi, aku bahagia yah, 2 lomba dalam 1 bulan aku lulus yah, bilang sama mamah terimakasih telah menggajari ku arti sebuah keikhlasan dan menggenalkan ku kepada tuhan ku ini, katakan padanya aku rindu tingkat dewa yah"..
yuup suara itu, suara ayah sang lelaki jantan yang pertama kali aku kenal setelah uda ku..
beliau yang menunggu ku di ujung sana sampai aku bergelar sarjana..
selalu menanyakan kabar ku setiap jam, menggalahkan provaider maupun pacar...
dering telepon dengan kontak nama yang kutulis " MY FATHER"
assallamualaikum ade, anak ayah..
"Lagi apa nak, ayah ganggu adek belajar, sudah makan, ayah di depan peristirahatan mamah nih, mau titip salam enggak, hari ini kan hari ibu"..
tak henti-hentinya lelaki senja ini, berbicara lewat telepon seluler pada siang itu..
dan aku menjawabnya dengan menahan air mata, yang tak sanggup lagi ingin aku jatuhkan,..
"ade lagi di rumah yah, enggak ko ayah engak menggangu, ade sudah makan grin emotikon,iya tau, bilang sama mamah ade kangen berat, terus bilang kemarin ade juara 2 LKTI tingkat kampus yah, terus bilangin juga sama mama bisikan kepada allah, terimakasih atas hadiahnya yang bertubi-tubi, aku bahagia yah, 2 lomba dalam 1 bulan aku lulus yah, bilang sama mamah terimakasih telah menggajari ku arti sebuah keikhlasan dan menggenalkan ku kepada tuhan ku ini, katakan padanya aku rindu tingkat dewa yah"..
yuup suara itu, suara ayah sang lelaki jantan yang pertama kali aku kenal setelah uda ku..
beliau yang menunggu ku di ujung sana sampai aku bergelar sarjana..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar